ANTIKOLINERGIK PADA ASMA PDF

PENDAHULUAN. Antikolinergik saat ini digunakan secara luas pada Pada penyakit asma dan PPOK, sistim saraf parasimpatik kolinergik. Pesakit dengan asma yang teruk yang menerima kombinasi rawatan beta-agonis dan antikolinergik kurang berkemungkinan untuk. Statistik menunjukkan prevalensi asma meningkat pada dekade terakhir. Patogenesis menunjukkan .. reliever adalah agonis beta-2, antikolinergik, teofilin,dan.

Author: Vulkree Motilar
Country: Guinea
Language: English (Spanish)
Genre: Sex
Published (Last): 11 March 2014
Pages: 32
PDF File Size: 16.31 Mb
ePub File Size: 13.26 Mb
ISBN: 499-9-95178-282-4
Downloads: 59670
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Jumuro

4 OBAT Gangguan Sal Nafas, Astma dan Batuk

Beta 2 agonist; directly relaxes bronchial smooth muscle Dilates pulmonary and coronary arterioles, decreasing pulmonary hypertension and increasing coronary blood flow Slight positive chronotropic and inotropic effects Strengthens diaphragmatic contractions by affecting intracellular calcium Mild diuretic 3. Inhalasi dilakukan kali sehari 2 semprotan, antikolinerglk pada saat-saat tertentu, seperti sebelum atau sesudah paca ternaga, setelah bersentuhan dengan zatzat yang merangsang asap rokok, kabut, alergan, dan saat sesak napas.

Wanita hamil dan selama laktasi boleh menggunakan obat ini. Slide powerpoint pemeriksaan fisik paru. Obat ini dapat menekan perasaan mengelitik di tenggorokan.

Efeknya lebih cepat, dosisnya jauh lebih rendah dan tidak diresorpsi ke dalam darah sehingga resiko efek sampingnya ringan sekali. Wanita hamil dapat menggunakan obat ini. Kemudian sehari 3 x pwda mg.

Obat ini menghambat penerusan rangsangan batuk ke pusat batuk. Direct effect on alpha and beta adrenergic receptor sites Effects include: Because of its strong inotropic and chronotropic effects, epinephrine causes an increased myocardial O2 demand 2. Saluran pernafasan bawah Jenis infeksi saluran pernafasan bawah: Zat pelunak batuk emolliensia, L. Stimulan adrenoseptor, contoh pzda salbutamol, terbutalin sulfat, efedrin hidroklorida.

Specific approaches are categorized as beta 2 selective sympathomimetics, nonselective sympathomimetics, methylxanthines, anticholinergics, glucocorticoids and leukotriene antagonists. Documents Flashcards Grammar checker. Antikolinerrgik Sifat antikolinergik pada kebanyakan antihistamin menyebabkan mulut kering dan pengurangan sekresi, membuat zat ini berguna untuk mengobati rhinitis yang ditimbulkan oleh flu. Tachycardia, tremors, palpitations, nervousness and dizziness Angina, PVCs, hypotension, and hypertension Headache, anxiety, hallucinations Nausea, vomiting Bronchospasm 2.

  KONWERTER EXCEL NA PDF

4 OBAT Gangguan Sal Nafas, Astma dan Batuk

Agonist for Beta 2 adrenergic receptors; relaxing bronchial smooth muscle which results in bronchodilation 2. Efek samping yang paling sering terjadi asmz mual dan muntah, maka penderita tukak lambung perlu waspada.

Incompatible with most drugs Simetidine, propranolol, erythromycin, and troleandomycin may increase the effects of the drug Barbiturates, phenytoin, and smoking may decrease blood levels May increase the effects of anticoagulants 3. These agents are first line therapy for acute shortness of breath. Aema the stimulus to cough in the CNS.

Inhalasi Inhalasi adalah suatu cara penggunaan adrenergika dan antikolinergi yang memberikan beberapa keuntungan. Due to the possibility of cardiovascular disease, epinephrine should be administered with caution in patients over 35 years of age with respiratory problems or if they are conscious The patient should be carefully monitored for changes in pulse, blood pressure, and ECG after administration of epinephrine.

Semua antihistamin memberi manfaat potensial pada terapi alergi nasal, rhinitis alergik. Beta 2 agonist — has ama affinity for beta 2 receptors of bronchial, vascular, and uterine smooth muscle 2.

Penggunaan oral untuk jangka waktu lama hendaknya dihindari, karena menekan fungsi anak ginjal dan dapat mengakibatkan osteoporosis. These agents relax bronchial smooth muscle, resulting in bronchodilation and relief from bronchospasm. Untuk mengurangi hiper reaktivitas bronchi, zat-zat ini dapat diberikan per inhalasi atau peroral. Hypovolemia replenish volume first Diabetes mellitus Hyperthyroidism Prostatic hypertrophy Must be protected from light Tends to be deactivated by alkaline solutions sodium bicarbonate Obat-obat batuk Antitussiva L.

Saluran Pernapasan Saluran pernapasan dibagi dalam 2 golongan utama: Metode pemberiannya adalah secara inhalasi dan obat ini dapat dipakai bersama dengan adrenergic beta dan derivat santin. Used with caution to patients with a history of cardiovascular disease or hypertension Seizure disorders Thyroid disease Diabetes 2. Saluran pernafasan atas Jenis-jenis infeksi saluran pernafasan atas: Causing them to release their contents.

  DYN11 TRANSFORMER PDF

Hypersensitivity to xanthene compounds e. This functional class includes two specific pharmacologic types: Relieve bronchospasm associated with asthma, chronic bronchitis, emphysema, and pulmonary edema Management of CHF and pulmonary edema 2. Obai ini tidak boleh dihentikan secara mendadak karena dapat menimbulkan serangan asma. Treatment of bronchospasm associated with asthma, chronic bronchitis and emphysema 2. Antihistamin mengurangi rasa gatal pada hidung yang menyebabkan penderita bersin banyak obat-obat flu yang dapat dibeli bebas mengandung antihistamin, yang dapat menimbulkan rasa mengantuk.

Banyak digunakan syrup thyme dan altheazat-zat lender infus carrageen Ekspektoransia L. Use with caution in patients with diabetes, hyperthyroidism, cardiovascular and cerebrovascular disease Seizure disorders Isoetharine contains acetone sodium bisulfite; a sulfite that may cause allergic-type reactions, including antiklinergik symptoms in certain susceptible individuals 2.

Cardiac arrest in general Ventricular fibrillation Asystole Pulseless electrical activity Infusion for profound hypotension associated with bradycardias, in combination with other pressors Bronchospasm and bronchoconstriction of bronchial asthma and some forms of COPD Anaphylaxis 6.

Relieve bronchospasm associated with asthma, chronic bronchitis and emphysema prevalent in patients over the age of 40 or with coronary artery disease 2. Overall, these agents are very safe.

Penggolongan lain dari antitussiva menurut tempat kerja: Doverikodein, hidrokodon dan normetadon.

Caution if patient is already taking theophylline-containing medications Caution to patients with a history of cardiovascular disease or hypertension Thyroid disease Active peptic ulcer Hypotension may occur following rapid administration May oppose the effects of beta blockers 2.

Nonopioids Two most common opioid antitussives are codeine and hydrocodone Both inhibit the stimulus for coughing in the brain but also produce varying degrees of euphoria 3.